Burnout atau Depresi | Tanda Anda Butuh Healing Medis, Bukan Sekedar Liburan
Istilah burnout dan healing semakin sering terdengar di media sosial. Tidak sedikit orang yang merasa lelah secara mental lalu menyimpulkan, “Ah, kayaknya aku cuma butuh liburan.”
Namun, tidak semua kelelahan mental bisa diselesaikan dengan cuti atau liburan. Pada kondisi tertentu, keluhan yang terlihat seperti burnout justru merupakan depresi yang membutuhkan penanganan medis profesional.
Lalu, bagaimana membedakan burnout dengan depresi? Dan kapan seseorang perlu mencari bantuan medis, bukan sekadar liburan?
Apa itu Burnout?
Burnout adalah sindrom akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan burnout sebagai fenomena terkait pekerjaan, bukan gangguan mental.
Burnout ditandai oleh tiga gejala utama:
- Kelelahan emosional dan fisik
- Sikap sinis atau menjauh dari pekerjaan
- Penurunan performa dan rasa tidak efektif dalam bekerja
Burnout umumnya membaik saat sumber stres berkurang, misalnya setelah cuti, perubahan beban kerja, atau perbaikan lingkungan kerja.
Apa itu Depresi?
Depresi (Major Depressive Disorder) adalah gangguan mental yang memengaruhi perasaan, pola pikir, perilaku, dan fungsi tubuh seseorang. Depresi tidak selalu berhubungan dengan pekerjaan dan dapat berlangsung meskipun pemicu stres sudah hilang.
Menurut DSM-5, depresi ditandai oleh gejala yang berlangsung minimal 2 minggu, seperti:
- Mood sedih atau hampa hampir sepanjang hari
- Kehilangan minat dan kesenangan (anhedonia)
- Gangguan tidur (insomnia atau hipersomnia)
- Perubahan nafsu makan dan berat badan
- Kelelahan berkepanjangan
- Rasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan
- Sulit konsentrasi
- Pikiran kematian atau bunuh diri
Sekilas Perbedaan Burnout dan Depresi
Burnout umumnya berkaitan erat dengan pekerjaan atau peran tertentu. Keluhan muncul terutama saat bekerja, seperti rasa lelah berlebihan, sinis terhadap tugas, dan menurunnya produktivitas. Saat menjauh dari sumber stres, misalnya dengan cuti, liburan, atau perubahan beban kerja, kondisi ini biasanya berangsur membaik. Perasaan sedih pada burnout cenderung situasional dan tidak menetap, serta jarang disertai perasaan tidak berharga yang mendalam.
Sebaliknya, depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Rasa sedih, hampa, dan kehilangan minat tidak hanya muncul saat bekerja, tetapi juga di rumah, dalam relasi sosial, dan aktivitas yang sebelumnya menyenangkan. Gejala depresi tidak membaik hanya dengan liburan, sering disertai gangguan tidur dan nafsu makan yang menetap, kelelahan berat, serta perasaan bersalah atau tidak berguna. Pada kondisi tertentu, depresi juga dapat disertai pikiran tentang kematian atau bunuh diri, sehingga memerlukan penanganan medis profesional.
Tanda Anda Membutuhkan ‘Healing’ Medis, Bukan Sekedar Liburan
Liburan boleh membantu pada burnout ringan, namun waspadai tanda-tanda berikut yang mengarah pada depresi atau gangguan mental lain:
-
Keluhan menetap meski sudah libur
Anda sudah cuti, liburan, menjauh dari pekerjaan, bahkan mengganti rutinitas, namun rasa hampa, sedih, dan lelah tetap ada.
-
Kehilangan minat pada hampir semua hal
Bukan hanya pekerjaan, tetapi juga hobi, keluarga, dan aktivitas yang dulu menyenangkan terasa hambar.
-
Gangguan tidur dan nafsu makan yang signifikan
Tidur sangat sedikit atau berlebihan, makan jauh berkurang atau meningkat drastis.
-
Kelelahan ekstrem tanpa sebab fisik jelas
Bangun tidur sudah merasa sangat lelah, meskipun tidak beraktivitas berat.
-
Perasaan tidak berharga atau menyalahkan diri terus-menerus
Muncul pikiran seperti “aku tidak berguna”, “Aku beban”, atau rasa bersalah yang tidak proporsional.
-
Pikiran kematian atau bunuh diri
Ini adalah tanda darurat yang memerlukan bantuan medis segera.
Mengapa Liburan Saja Tidak Cukup?
Depresi melibatkan perubahan pada zat kimia yang disebut neurotransmitter pada otak seperti serotonin, norepinefrin, dan dopamin. Oleh karena itu, penanganannya sering memerlukan:
- Psikoterapi (misalnya Cognitive Behavioral Therapy)
- Farmakoterapi (antidepresan, sesuai indikasi dan penilaian klinis profesional)
- Pendekatan biopsikososial yang terstruktur
Liburan tanpa penanganan medis dapat menunda diagnosis dan memperberat kondisi.
Kapan Harus Segera Berkonsultasi dengan Tenaga Medis?
Segera konsultasi ke dokter atau profesional kesehatan mental jika:
- Gejala berlangsung > 2 minggu
- Fungsi kerja, sosial, atau keluarga terganggu
- Muncul pikiran menyakiti diri sendiri
- Keluhan fisik berulang tanpa penyebab jelas
Dokter umum dapat menjadi pintu awal untuk skrining dan rujukan lebih lanjut ke psikiater atau psikolog klinis.
Kesimpulan
Burnout dan depresi sama-sama nyata dan valid, tetapi penanganannya berbeda. Tidak semua kelelahan jiwa bisa disembuhkan dengan liburan.
Mengenali tanda sejak dini adalah bentuk self-care yang sesungguhnya. Mencari pertolongan medis bukanlah suatu kelemahan, melainkan keberanian untuk pulih dengan cara yang tepat.
Daftar Pustaka
- American Psychiatric Association (2013) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). 5th edn. Washington DC: APA Publishing.
- Maslach, C. and Leiter, M.P. (2016) ‘Understanding the burnout experience: recent research and its implications for psychiatry’, World Psychiatry, 15(2), pp. 103–111.
- World Health Organization (2019) Burn-out an “occupational phenomenon”. Available at: https://www.who.int (Accessed: 2025).
- Bianchi, R., Schonfeld, I.S. and Laurent, E. (2015) ‘Burnout–depression overlap: A review’, Clinical Psychology Review, 36, pp. 28–41.
- Malhi, G.S. and Mann, J.J. (2018) ‘Depression’, The Lancet, 392(10161), pp. 2299–2312.
- National Institute for Health and Care Excellence (NICE) (2022) Depression in adults: treatment and management. London: NICE.
Mengenali gejala sejak awal merupakan langkah paling bijaksana dalam menjaga kualitas hidup Anda dan keluarga. Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas yang menetap lebih dari dua minggu, segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim dokter Psikiater (Spesialis Kedokteran Jiwa) atau Psikolog Klinis kami di jaringan Charitas Group. Pemeriksaan lebih awal memungkinkan penanganan yang lebih tepat, efektif, dan terukur sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Sebagai bentuk kepedulian kami, Charitas Group menyediakan layanan kesehatan mental komprehensif, mulai dari konsultasi psikologis, psikoterapi, hingga manajemen farmakoterapi jika diperlukan. Jangan menunda kesehatan jiwa Anda hanya karena stigma atau rasa takut; mendapatkan diagnosis yang akurat adalah langkah awal menuju ketenangan pikiran dan pemulihan yang sesungguhnya. Tim medis kami siap mendampingi setiap langkah perjalanan kesehatan Anda dengan pelayanan yang penuh kasih.
Jadwalkan konsultasi Anda dengan tenaga profesional pilihan di jaringan Charitas Hospital melalui aplikasi MyCharitas. Anda bisa mengecek jadwal praktik Psikolog dan Psikiater, melakukan reservasi tanpa antre, hingga memantau informasi terbaru terkait layanan kesehatan jiwa. Mari proaktif menjaga kesehatan mental demi masa depan yang lebih cerah #BersamaCharitas.
Kembali